Isi DVN, ditulis apa adanya.
Setiap tablet kunyah DVN mengandung 7 bahan berikut. Takaran dan urutan sesuai kemasan; deskripsi di bawah ini bersifat faktual — identitas, komposisi, dan asal bahan — bukan klaim manfaat maupun janji hasil.
- 01
Collagen Peptide (Fish Hydrolysed Collagen)
Kolagen ikan yang dihidrolisis (dipecah secara enzimatis) menjadi peptida berukuran lebih kecil. Merupakan bahan dengan proporsi terbesar dalam formula DVN.
Riset bahan: Evans 2021; Bolke 2019; Proksch 2014
- 02
Collagen Tripeptide
Unit peptida kolagen berukuran sangat kecil, sekitar 300–500 Dalton — hasil pemecahan lebih lanjut dari kolagen.
Riset bahan: Iwai 2005; Proksch 2014
- 03
L-Glutathione
Tripeptida (tersusun dari asam glutamat, sistein, dan glisin) yang secara alami diproduksi oleh sel tubuh manusia.
Riset bahan: Weschawalit 2017
- 04
Viqua Pomegranate
Nama dagang ekstrak buah delima (Punica granatum), buah yang secara alami mengandung senyawa polifenol seperti ellagic acid dan punicalagin.
Riset bahan: Afaq 2009
- 05
Vitamin C
Vitamin esensial larut air, juga dikenal sebagai asam askorbat — tidak dapat diproduksi tubuh manusia sendiri.
Riset bahan: Pullar 2017
- 06
Sodium Hyaluronate
Bentuk garam natrium dari hyaluronic acid, senyawa yang secara alami terdapat pada jaringan ikat tubuh manusia.
Riset bahan: Kawada 2014
- 07
Japanese Knotweed
Ekstrak Polygonum cuspidatum, tanaman yang akarnya menjadi salah satu sumber alami senyawa resveratrol.
Riset bahan: Baxter 2008
Asal negara adalah pernyataan faktual mengenai sumber bahan baku: Spanyol, Belanda, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.
Yang juga ada di dalam tablet.
- Pemanis
- Mannitol & Sukralosa (pemanis buatan)
- Perisa
- Yuzu
- Pewarna
- Carmoisine
Disclosure: DVN mengandung pemanis buatan sukralosa dan kolagen ikan. Bila Anda memiliki alergi terhadap ikan, sensitivitas terhadap salah satu bahan, atau sedang hamil/menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi. Informasi selengkapnya ada di halaman Keamanan.
Riset yang kami rujuk.
Seluruh referensi berikut adalah riset terhadap bahan (ingredient) yang terkandung dalam DVN — bukan uji klinis terhadap produk DVN itu sendiri.
- Iwai K, et al. (2005). Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(16), 6531–6536.
- Proksch E, et al. (2014). Skin Pharmacology and Physiology, 27(1), 47–55.
- Weschawalit S, et al. (2017). Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 10, 147–153.
- Pullar JM, et al. (2017). Nutrients, 9(8), 866.
- Kawada C, et al. (2014). Nutrition Journal, 13, 70.
- Bolke L, et al. (2019). Nutrients, 11(10), 2494.
- Evans M, et al. (2021). Journal of Cosmetic Dermatology, 20(3), 825–834.
- Afaq F, et al. (2009). Experimental Dermatology, 18(6), 553–561.
- Baxter RA (2008). Journal of Cosmetic Dermatology, 7(1), 2–7.
Ada pertanyaan soal kandungan?
Tanyakan langsung — tim kami menjawab berdasarkan informasi kemasan dan dokumen produk.
Tanya via WhatsApp